Language Sat, 02 May 2026, Malta

The Art of How to Receive Others Kindness

Sat, 06 Feb 2021, 05:59:41, 1327 View Administrator, Category : Article

Article

I was sitting in the library with two friends and Yasmin came with a big smile asking me if I would like to eat the best food from Mr. Ozzu. Of course immediately I said yes, because I miss Ozzu’s food. But then I saw a gentleman was busy working outside the library, so I requested Yasmin to prepare food for him too. I don’t feel easy when I am eating and nearby there is somebody not eating. Yasmin went there to ask him to eat. But he rejected it because he was about to go for dinner. And then I asked Yasmin to give just two spoons for him to taste. If he will accept it I will feel at ease. Then I starting eating my food with the other friends. After sometime the gentleman came to the doorway and very humbly, holding the food, without words expressed his thanks.

That humble gesture touched my heart. His humble gesture, his smile and the expression in his eyes, touched my heart deeply. For such a small thing people express a big love, this is special for me. I couldn’t bear that, happiness inside.....I feel I don’t deserve that big love. I sat with emptiness in my mind for a while and I started to send my respect and regard deeper to that gentleman.

The other side, many many people will experience the pain of how they feed people, for years with love, even those who have no family releationship but they feed them with full love, over years...but that person will not regard that kindness and instead gives them big pain . How would that feel? This I already posted some time ago in my fb.... the story of a mother who took the son of her husbands cousin into her home, fed him for years and paid all his education. But he gave her big pain, even insulting her publically in front of many people, due to a family dispute.

* some people will give big regard for small things, and

* some people will have no regard for big things you have given them, and in return will give big pain.

Everybody has their own way to receive others’ kindness...we don’t go to others side (whether they regard it or not) but we go to our own side that we and our generation will not do that. We all need to learn the art of receiving kindness from others. We need to teach future generations this art of how to receive others’ kindness.

May God bless us all, and our future generations with this beautiful wisdom...as that gentleman gave big regards for a very small thing.

(Darmayasa)

(Bahasa)

Selamat pagi tanah air,

Saya sedang duduk-duduk di perpustakaan bersama dua orang teman. Yasmin datang dengan senyum lebar bertanya apakah saya ingin makan makanan enak yang dimasak oleh Ozzu hari ini. Tentu langsung saya jawab ya, karena saya merindukan makanan Ozzu. Akan tetapi, kemudian saya melihat seorang bapak-bapak sedang sibuk bekerja di luar perpustakaan. Saya meminta Yasmin untuk menyiapkan makanan untuknya juga. Sebab, saya merasa tidak nyaman jika saat saya makan ada seseorang di sekitar kita yang tidak makan. Mendengar permintaan saya, Yasmin mendekati bapak tersebut untuk mengajaknya makan bersama. Akan tetapi, bapak itu menolaknya karena dia akan pergi ke acara makan malam Bersama keluarga dan kenalannya. Mendengar jawabannya, saya lallu meminta Yasmin untuk memberikan dua sendok saja sekadar untuk dicicipi makanan special hari ini. Melihat bapak tersebut berkenan menerimanya, saya merasa nyaman. Kemudian saya mulai makan Bersama teman-teman yang lain di tempat duduk-duduk di sekitar perpustakaan. Setelah beberapa saat, bapak itu datang ke ambang pintu dan dengan sangat rendah hati sambil memegang mangkok makanan di tangannya, dengan menundukkan kepala serta senyum menghias bibirnya ia mengucapkan terima kasih.

Sikap rendah hati itu menyentuh hati saya. Sikapnya yang rendah hati, senyumnya dan ekspresi matanya, sangat menyentuh hati saya. Untuk hal sekecil itu orang mengungkapkan rasa kasih yang besar, ini merupakan sesuatu yang sangat spesial untuk saya. Hati saya tersentuh oleh rasa bahagia di dalam hati. Saya merasa tidak pantas mendapatkan cinta kasih sebesar itu. Saya duduk dengan pikiran yang kosong untuk beberapa saat. Diam-diam saya mulai mengirimkan rasa hormat dan perhatian saya lebih dalam kepada bapak tersebut.

Di sisi lain, banyak orang akan mengalami kepedihan bagaimana mereka memberi makan pada orang, selama bertahun-tahun disertai rasa cinta kasih, bahkan walaupun mereka tidak memiliki hubungan darah keluarga tetapi memberikan mereka makanan dengan cinta kasih penuh, selama bertahun-tahun ... tetapi orang itu tidak menganggap dan tidak menghargai kebaikan itu dan malah berbalik memberi kesakitan yang besar. Bagaimana rasanya? Perihal ini sudah pernah saya posting beberapa waktu lalu di fb saya .... terutama cerita tentang seorang ibu yang membawa putra sepupu suaminya ke rumahnya, memberinya makan selama bertahun-tahun dan juga membiayai semua pendidikannya sampai ia tamat kuliah. Akan tetapi, anak asuhnya tersebut berbalik memberikan kesakitan besar kepadanya, bahkan menghina ibu tersebut di depan umum di hadapan banyak orang, hanya karena perselisihan keluarga dari orang tuanya.

* Beberapa orang menghargai hal-hal kecil, dan

* Beberapa orang tidak menghargai hal-hal besar yang telah Anda berikan kepada mereka, dan bahkan sebagai gantinya akan memberikan rasa sakit yang besar.

Setiap orang memiliki cara sendiri untuk menerima kebaikan orang lain ... kita tidak melihat pada sisi orang lain (baik mereka menghargainya atau tidak) tetapi kita melihat dan memberikan perhatian pada diri sendiri bahwa kita dan generasi kita tidak akan melakukan hal itu. Kita semua perlu mempelajari seni menerima kebaikan dari orang lain. Kita perlu mengajarkan generasi mendatang perihal seni ini, yaitu tentang bagaimana menerima kebaikan orang lain.

Semoga Tuhan memberikan karunianya kepada kita semua dan generasi masa depan kita dengan kebijaksanaan yang indah ini ... seperti bapak itu memberikan perhargaan yang besar untuk hal yang sangat kecil.

Rahayu, rahayu, rahayu.

(Darmayasa)



Sat, 13 Nov 2021 Lima Menit Meditasi Angka


Comments