Language Sat, 02 May 2026, Malta

The Divine step taken by Ratnakara (then later became Valmiki)

Sat, 10 Oct 2020, 19:27:25, 1635 View Administrator, Category : Article

Article

The Divine step taken by Ratnakara (then later became Valmiki), the secret of the spiritual sound RAM, the secret of learning the Truth without unecessary debate or fighting with each other, accepting our old and ancient spiritual tradition/practices given by our ancestors, and the effectiveness of using “hand’s rosary”. 
Aswering the question of dr. Lidia, we also learnt about the secret technique of dettachment by using an experience we had in the morning:
Because I am with crutches and avoiding walking long distances, were waiting on the side of the road, parked for a short time where we can stop only for a moment, waiting for a good space closeby. While we are waiting for the space, the eagerness from inside was very strong, and we really wanted a space, we wanted to get it, we wanted somebody to leave. We wanted that because we didnt have it yet. Then when somebody finally left, we felt extra happy to get his good space. Once in our parking space we observed many other cars leaving and spaces becoming available, but...we didn’t feel the same eagerness and happiness this time. 
This is a good example of how material enjoyment traps us in sense gratification and makes us greedy. So be sure to fill your mind with the highest taste of spiritual enjoyment and happiness. Then you will not so easily be attracted and disturbed by this material enjoyment. Once you taste “Maltese honey”, you will never cry for “chemical sugar”. Finally, I qouted the lst paragraph of my Sanskrit poem:
Ascaryo’ham 
Yatah
Janah
Kacasya khandam praptum
Suvarnasya khandam vismarati
Aho 
Ascaryo’ham ascaryo’ham
I wonder
Because
People
To get broken glass
People forgeting a big piece of gold
Oh my God, I wonder, I wonder

(Bahasa)
Diskusi hari ini: rahasia langkah spiritual yang diambil oleh Ratnakar yang belkangan menjadi Maharesi Valmiki, rahasia getaran suara suci RAM, rahasia belajar kebenaran tanpa debat tanpa alasan atau “mepuikan” (ndak bicara satu sama lain dalam sampai mati), bagaimana menerima warisan tradisi dan praktik spiritual para leluhur, serta efektivitas “kara-mala” (tasbih tangan) dalam zaman modern ini.
Menjawab pertanyaan dari dr. Lidia perihal rahasia teknik pencapaian ketidakterikatan, saya menyampaikan jawaban melalui pengalaman kami pagi tadi:
Sebab saya memakai tongkat, maka kami memarkir mobil di daerah bukan untuk parkir tetapi untuk sementara kami boleh di sana asal ada sopir di dalam mobil, sambil menunggu tempat untuk memarkir mobil. Selama menunggu, rasa ingin mendapatkan tempat parkir sangat besar dan kuat. Kami menginginkan, menginginkan, keinginan menggebu untuk mendapatkan.... selalu mengamati orang yang lewat mendekati mobil dengan harapan orang itu akan memasuki mobil dan keluar dari tempat parkir... demikian kekuatan untuk mendapatkan ... akhirnya satu kendaraan meninggalkan tempat parkir. Kami segera mengambil tempat tersebut untuk parkir mobil kami. Setelah mendapatkan tempat parkir, kami tidak mempunyai perhatian atau pun keinginan lagi untuk mendapatkan tempat parkir. Kami sudah punya, kami sudah puas. Akhirnya, satu per satu kendaraan di depan dan di sebelah kami meninggalkan tempat parkir, tetapi kami tidak memiliki ketertarikan lagi untuk mendapatkan tempat parkir. Kejadian ini merupakan satu contoh bagaimana kesenangan material memperangkap manusia dalam tangkapan kenikmatan indria-indria dan membuat orang menjadi loba berlebihan. 
Orang perlu memastikan diri untuk membawa kesadaran dan pikiran kepada “rasa” spiritual lebih tinggi agar tidak mudah tertarik pada kesenangan dan kenikmatan material. Sekali orang menikmati “Madu Malta” maka orang tidak akan tertarik sama sekali pada “Gula kimia” dalam perasa manis. Akhirnya saya mengutipkan paragraf terakhir dari puisi Sanskerta saya:
Ascaryo’ham 
Yatah
Janah
Kacasya khandam praptum
Suvarnasya khandam vismarati
Aho 
Ascaryo’ham ascaryo’ham
Heran aku
Karena
Orang
Demi mendapatkan pecahan-pecahan kaca
Ia meninggalkan kepingan emas berharga
Wahai..., heran aku, heran aku
Demikian, semoga semua berbahagia.

(Darmayasa).



Sat, 13 Nov 2021 Lima Menit Meditasi Angka


Comments