SATYAVADI MAHARAJA HARISCANDRA (002)
Tue, 05 May 2020, 07:29:45, 1115 View Administrator, Category : Maharaja Harischandra (ID)
Maharaja Harischandra (ID)
Oleh : Darmayasa
“Hariścandra-samo rājā na bhuto na bhaviṣyati”
(Tidak pernah ada Raja seperti Mahārāja Hariścandra, dan pada masa-masa mendatang ke depan pun tidak akan pernah lagi ada Raja seperti Mahārāja Hariścandra).
Raja Triśangku mulai mengabdikan dirinya kepada Maharesi Viśvāmitra. Ia bahkan melakukan pelayanan lebih jauh lagi, tidak hanya melayani Maharesi Viśvāmitra melainkan lebih dari pada itu, Raja Triśaṅgku mulai melayani keluarga Maharesi Viśvāmitra terutama ketika mereka ditinggalkan bertapa oleh Maharesi Viśvāmmitra. Ia dengan begitu tulus dan rajin melayani memberikan makan dan lain-lain kepada keluarga Maharesi. Sepulang dari bertapa, Maharesi Viśvāmitra melihat keadaan keluarganya sangat baik dan tidak kekurangan sesuatu apa pun. Beliau menjadi sangat senang dan berpuas hati atas pelayanan yang dilakukan oleh Raja Triśangku. Tersentuh hatinya oleh pelayanan yang dilakukan oleh Raja Triśaṅgku, akhirnya Maharesi Viśvāmitra pun segera melaksanakan upacara untuk mengangkat Raja Triśangku pergi ke Surga Loka langsung dengan badan kasarnya.
Segala jenis persembahan yang dilakukan dengan mengikuti aturan peraturan yang diperlukan sudah dipenuhi dengan baik. Mantram-mantramnya pun diucapkan dengan tepat dan benar disertai dorongan kekuatan kesucian serta pertapaan yang dilakukan oleh Maharesi Viśvāmitra dalam waktu yang sangat panjang. Akan tetapi, apa yang terjadi?! Para Dewa ternyata menolak menerima persembahan-persembahan sempurna tersebut, sebab tujuan persembahan yang dilakukan adalah bertentangan dengan hukum alam dan hukum Tuhan. Para Dewa tidak bisa menerimanya disebabkan para Dewa terikat akan kesetiaan pada hukum Tuhan yang telah ditetapkan untuk dunia material, termasuk untuk alam-alam Surga. Apa yang dilakukan oleh Maharesi Viśvāmitra merupakan sesuatu yang tidak pernah dilakukan dan tidak mungkin untuk dilakukan, serta sesuatu yang tidak mungkin para Dewa akan menerimanya.
Melihat persembahannya ditolak oleh para Dewa, akhirnya Maharesi Viśvāmitra memilih mempergunakan kekuatan spiritualnya untuk mengangkat Raja Triśangku. Kekuatan “mahā śakti” akibat dari pertapaan berat dalam praktik-praktik spiritual yang telah dilakukannya sangat mengagumkan. Dan..., tidak beberapa lama setelah Maharesi Viśvāmitra mulai mempergunakan kekuatan spiritualnya, maka Raja Triśangku pun kemudian terangkat naik ke langit sampai pada pintu gerbang masuk alam Surga Loka. Para Dewa di Surga yang dipimpin oleh Dewa Indra sudah dari jauh sebelumnya menjaga pintu gerbang Surga. Begitu melihat Raja Triśangku datang terbang melayang-layang sambil tersenyum bahagia, maka Dewa Indra menekan dan mendorong Raja Triśangku ke bawah dengan kakinya, dan Raja Triśangku kembali melayang-layang jatuh turun ke bawah.
Melihat Raja Triśaṅgku tertolak Kembali melayang-layang ke bawah, Maharesi Viśvāmitra segera mempergunakan kembali kekuatan spiritualnya untuk menahan tubuh Raja Triśangku. Tertahan di antara Surga dan Bumi, Raja Triśangku memelas, dan sambil mencakupkan tangan di depan dadanya ia Kembali memohon pertolongan Maharesi Viśvāmitra.
Tidak ingin melihat kegagalan dalam usaha memenuhi janjinya pada Raja Triśangku, akhirnya Maharesi Viśvāmitra menciptakan Surga baru dan menempatkan Raja Triśangku di Surga baru tersebut menjadi Dewa Indra tandingan. Dengan demikian, tercapailah cita-cita Raja Triśangku untuk pergi ke Surga Loka dengan badan kasarnya.
Melihat Maharesi Viśvāmitra berhasil menciptakan Surga baru dan menempatkan Raja Triśangku menjadi Dewa Indra baru di sana, maka para Dewa di Surga Loka yang asli menjadi tidak tenang. (02)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (005EN)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (004EN)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (EN003)



