SATYAVADI MAHARAJA HARISCANDRA (004)
Tue, 05 May 2020, 07:30:14, 1160 View Administrator, Category : Maharaja Harischandra (ID)
Maharaja Harischandra (ID)
Oleh : Darmayasa
Tersebutlah seorang Marajadhiraja Satyavādī Niṣṭhavādī, putra raja Satyavrata Triśangku bernama Mahārāja Harischandra. Seorang raja yang memiliki berbagai sifat mulia dan merupakan keturunan ke-28 keluarga Suryawangsa, dan juga merupakan leluhur dari Raja terkenal, Śrī Rāmacandra dalam kisah Rāmāyaṇa. “Hariścandreti rājarṣir āsīt tretāyuge purā,” Mahārāja Hariścandra merupakan seorang Raja yang berhati pendeta dan hidup pada zaman Tretā-yuga. “Dharmātmā pṛthivi-pāla”, Hariścandra adalah seorang Raja yang berhati mulia serta tekun dalam melaksanakan ajaran-ajaran dharma atau agama spiritual. “Prollasatkīrtir uttama”, Raja yang sangat utama dan memiliki keharuman nama yang luar biasa di seluruh dunia.
Mahārāja Harischandra sangat terkenal dan dihormati oleh seluruh rakyatnya karena sifat-sifat mulia yang dimilikinya. Diantara semua sifat agung yang dimilikinya, satu sifat agung nan mulia yang menyebabkan beliau dikenal dan dihormati di seluruh dunia adalah sifat satya-vacana atau kejujuran serta keteguhan dalam memegang kata-katanya. Mahārāja Hariścandra terkenal sangat teguh pada kata/janji yang diucapkan dan tidak pernah berbohong. Kejujuran raja Harischandra begitu terkenal, bahkan sampai ke Surga Loka. Dapat dikatakan, “agama” dari Mahārāja Harischandra adalah kejujuran dan kepatuhan dalam menjaga kata-kata yang sudah diucapkannya.
Pada zaman-zaman peradaban Veda dilaksanakan dengan baik, raja-raja (Kepala Negara) pada zaman itu umumnya sangat banyak yang super mulia, saleh, dipenuhi oleh segala sifat mulia, dan selalu melakukan kebaikan demi rakyatnya. Tentu saja ada pula raja-raja yang jahat. Namanya dunia maya; hitam-putih, baik-buruk, benar-salah... semua adalah hiasan dunia. Akan tetapi, volume kebaikan sangat jauh dominan dibandingkan dengan kejahatan, yang terbalik dengan zaman edan Kaliyuga sekarang ini.
Kecendrungan mulia para pemimpin zaman dahulu demi kesejahteraan rakyatnya dijabarkan oleh para leluhur melalui ajaran Aṣṭa Brata Sang Amukteng Rat. Aṣṭa artinya delapan, dan Brata atau vrata berarti sumpah agung. Seorang Raja/Kepala Negara hendaknya berlaksana sebagai Surya atau matahari, Candra atau rembulan, dan lain-lain, menaungi dan melindungi rakyatnya tanpa pilih kasih.
Jika dahulu orang-orang menginginkan menjadi Raja atau Kepala Negara adalah demi kebaikan rakyat, namun sekarang, jika tidak berhati-hati maka tujuan kebanyakan orang menjadi Kepala Negara akan menjadi sekadar untuk berkuasa. Jika dahulu para Kepala Negara menjaga dengan teguh kata-kata yang sudah dikeluarkan dari bibirnya, maka zaman sekarang jika tidak berhati-hati, maka tanpa disadarinya, mereka akan terpancing cendrung mempermainkan kata-kata demi berkuasa. (04)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (005EN)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (004EN)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (EN003)



