SATYAVADI MAHARAJA HARISCANDRA (010)
Tue, 05 May 2020, 07:31:45, 1122 View Administrator, Category : Maharaja Harischandra (ID)
Maharaja Harischandra (ID)
Oleh : Darmayasa
Selesai membasuh kaki maharesi, dengan penuh rasa sujud bhakti sang raja memercikkan air “wangsuh pada” (air cuci kaki) itu ke atas kepalanya. Selanjutnya, Mahārāja Harischandra meminta para dayang segera datang membawa minuman dan buah-buahan untuk dipersembahkan kepada Maharesi. Begitu raja Harischandra hendak mempersembahkan minuman dan buah-buahan, maharesi Viśvāmitra segera berdiri tegak. Dengan wajah kaku dan amarah meluap-luap Maharesi Viśvāmitra berkata lantang, “Hai raja Harischandra! Dengarkan baik-baik…, aku datang ke sini bukan untuk disambut dan dilayani seperti ini. Aku datang untuk menagih janjimu. Engkau telah memberikan seluruh kerajaan ini kepadaku. Aku heran, engkau masih tenang-tenang tinggal di kerajaan dan tetap menganggap dirimu sebagai seorang raja yang saleh serta Satyawacana (patuh pada janji).”
Mendengar kata-kata maharesi Viśvāmitra seperti itu, raja Harischandra menjadi tersentak kaget. Raja memandang wajah amarah maharesi sambil melongo, tercengang..., dan setelah mengingat-ngingat kejadian yang telah lewat didalam mimpinya tadi malam, akhirnya raja Harischandra ingat bahwa di dalam mimpinya tadi malam dirinya telah berjanji akan menyumbangkan seluruh kerajaan kepada maharesi Viśvāmitra.
Mahārāja Harischandra teringat akan janjinya itu untuk memberikan kerajaannya kepada Maharesi Viśvāmitra. Walau pemberian dilakukan di dalam mimpi, akan tetapi, Mahārāja Harischandra adalah seorang Raja yang sangat patuh memegang kata-kata dan janji, maka Raja berketetapan hati untuk tetap memberikan kerajaannya kepada Maharesi Viśvāmitra. Oleh karena Maharesi Viśvāmitra tidak berkenan menerima pelayanannya lebih lanjut darinya, maka raja Harischandra bersama anak dan istrinya bersiap-siap pergi untuk meninggalkan istananya. Seisi istana dan penduduk yang mendengar berita ini tidak mampu menahan tetesan air matanya, bagaikan sebuah bendungan yang tidak mampu lagi menahan serangan banjir. Mereka semua sangat bersedih dan menangis keras tanpa tertahankan.
Demikianlah…, melihat rajanya hendak meninggalkan mereka, maka banjir kedukaan melanda hati seluruh penduduk. Pemandangan menyedihkan itu tidak mampu mengubah keteguhan langkah Mahārāja Harischandra menuruni tangga-tangga istana meninggalkan banjir air mata dari para dayang dan abdi-abdi istana lainnya yang berdiri mematung di pintu keluar istana. Ada yang saling berpelukan berbagi tangis, ada pula yang berguling-guling menangis di atas tanah dalam kesedihan. (10)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (005EN)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (004EN)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (EN003)



