SATYAVADI MAHARAJA HARISCANDRA (018)
Mon, 11 May 2020, 13:06:52, 1099 View Administrator, Category : Maharaja Harischandra (ID)
Maharaja Harischandra (ID)
Oleh : Darmayasa
Selanjutnya, sebelum meninggalkan istana, Raja Harischandra bersama anak dan istrinya menyampaikan sembah sujud kepada Maharesi Viśvāmitra, diiringi deraian air mata dan suara tangis di sana sini, tangis dari para pelayan istana, menteri dan lain-lain. Tidak ada abdi kerajaan yang mampu melihat pemandangan ini, bagaimana Raja yang mereka sembah-sembah kini menyembah Maharesi untuk meninggalkan kerajaannya. Beberapa abdi kerajaan memalingkan wajah menghindari pemandangan menyedihkan tersebut. Abdi lainnya pada menggigit bibirnya keras-keras bahkan ada yang sampai berdarah..., berusaha tidak menangis. Sedangkan Sang Raja melangkahkan kakinya dengan tenang, tanpa alas kaki, tanpa air mata..., dan juga tanpa penyesalan sedikit pun. “Jagāmapadbhyāduhkhārtta sahapatnyānukūlayā”, pelan... dan pelan..., sangat perlahan mereka bertiga melangkahkan kakinya menuju ke arah kota suci Benares.
Pelan…, pelan sekali Raja Harischandra melangkahkan kakinya. Akan tetapi, nampak jelas ketegapan langkahnya, menunjukkan keteguhan jiwa ksatrianya sebagai seorang Mahārājadhiraja dari seluruh dunia.., ya... Mahārāja seluruh bumi ini. Hanya saja, kali ini, langkah itu tidak lagi disertai derap langkah para pasukan pengawalnya. Ia hanyalah langkah ringan dan perlahan, langkah kaki orang biasa, ditemani langkah seorang istri dan juga langkah seorang anak kecil.
Pada umumnya, orang bisa saja tahan menghadapi berbagai cobaan yang menimpa dirinya, betapa pun besar dan beratnya cobaan itu. Mereka kuat menghadapi cobaan-cobaan tersebut, kuat teguh bagaikan batu karang dihantam ombak besar-besar, tetap tegak berdiri tanpa tergoyahkan. Ya..., mereka teguh dan kuat menghadapi cobaan-cobaan berat yang menimpa dirinya sendiri.
Tidak banyak yang bisa tegar menghadapi cobaan hidup seperti Mahārāja Hariścandra. Banyak yang tidak lulus menghadapi cobaan ketika mereka harus melihat penderitaan yang dialami oleh anak dan istrinya. Untuk membebaskan anak dan istri dari penderitaan, orang pada umumnya bersedia melakukan apa saja..., apa saja akan dilakukannya demi menyelamatkan anak dan istri. Tidak perduli tentang diri sendiri, apa pun keadaan dan apa pun jadinya, yang penting anak dan istri tidak mengalami penderitaan berat-berat. Tidak perduli pula pada jalan dan cara yang ditempuh; di jalan dharma ataukah di jalan adharma. Namun tidaklah demikian halnya dengan Mahārāja Harischandra. Pada kenyataannya, raja Harischandra tetap tegar tidak tergoyahkan walaupun melihat bagaimana berat penderitaan yang dialami oleh putra mahkota yang masih kecil dan permaisuri yang sama sekali tidak pernah menghadapi cobaan teramat berat seperti itu. (18)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (005EN)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (004EN)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (EN003)



