Language Fri, 01 May 2026, Malta

SATYAVADI MAHARAJA HARISCANDRA (026)

Mon, 18 May 2020, 06:08:40, 1117 View Administrator, Category : Maharaja Harischandra (ID)

Maharaja Harischandra (ID)

Oleh : Darmayasa

Mahārāja Harischandra tetap mengelus-elus kepala permaisuri berusaha untuk menenangkan dan membesarkan hatinya, kemudian mencium keningnya dengan lembut. Mereka berdua saling pandang dan..., akhirnya sama-sama tersenyum, senyum yang kesungguhannya hanya mereka berdua dapat mengertinya. Senyum kepasrahan, atau senyum kesungguhan hati dalam menjalankan ujian hidup...., hanya mereka berdua yang mengertinya. Setelah melihat permaisuri menjadi lebih tenang, Mahārāja Harischandra mengangkat putranya pelan-pelan, lalu memangkunya sambil menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut penuh kasih agar ia tidak terbangun. Raja segera mengajak permaisuri beranjak meninggalkan tempat itu menuju arah pasar utama di kota suci Varanasi, atau Banares.

Kebetulan pasar Banares pada waktu itu sedang ramai-ramainya. Mahārāja Harischandra mencari tempat yang paling ramai dan di tempat yang diperkirakan orang-orang berduit biasa datang. Akhirnya Mahārāja Harischandra menemukan tempat yang dipandang tepat untuk memulai “aksi” menjual dirinya. Tempat yang sangat ramai dengan lalu lintas yang sangat sibuk. Di tengah-tengah hiruk pikuk dan simpang siurnya orang, tanpa rasa malu sedikit pun Mahārāja Harischandra berdiri tegak di tengah-tengah perempatan besar, lalu berteriak-teriak menjajakan dirinya.

Teriakan Raja Harischandra menarik perhatian orang banyak. Mereka segera berkerumun mengelilingi raja Harischandra yang sedang berdiri tegak, badannya kuat dan gagah sedang berteriak-teriak menjajakan dirinya. Sayangnya, begitu mendengar jumlah uang emas yang diminta, orang-orang pada melongo. Kebanyakan akhirnya berpuas hati hanya menjadi penonton, sambil menunggu dengan tidak sabar, siapakah yang akan beruntung mendapatkan orang gagah dan tegap tersebut? (26)

Catatan: di beberapa cerita, jalan ceritanya sedikit berbeda. Ada yang menceritakan bahwa Raja Harischandra menjual dirinya paling akhir. Walupun saya lebih cendrung pada jalan cerita tersebut, namun jalan cerita yang sudah saya pilih adalah yang menceritakan Raja Harischandra menjual dirinya terlebih dahulu.(026)





Comments