SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (30)
Thu, 20 Aug 2020, 06:36:01, 1072 View Administrator, Category : Maharaja Harischandra (ID)
Maharaja Harischandra (ID)
Oleh : Darmayasa
“Ayolah Tuanku Raja…, jangan banyak pertimbangan lagi. Ambillah keputusan dan lakukanlah segera. Juallah diri hamba dan lunasilah segera utang Anda. Hamba tidak ingin melihat Anda dicemohkan orang-orang karena ingkar pada janji. Anda adalah seorang Satyavādī, seorang Maharajadhiraja yang terkenal amat teguh memegang kata-kata dan janji”, Mahārāja menjadi terkesiap mendengar kata-kata memelas permohonan dari istrinya. Bujukan permaisuri menyadarkan Mahārāja dari keterpanaannya.
Kembali Raja Harischandra menjadi kaget ketika ingatannya terbawa kepada Maharesi Vishwamitra. Ia menjadi tersadarkan bahwa kini detik-detik terakhir dirinya harus memenuhi janji kepada Maharesi Viśvāmitra sudah tiba. Ia tidak mempunyai waktu lagi. Mahārāja harus mendapatkan uang dalam waktu singkat. Akan tetapi..., bayangan papa-dosa dan segala rasa bersalah berkecamuk di dalam kepalanya. Ia harus menentukan pilihan segera...ya segera seperti yang dikatakan oleh permaisuri. Raja melihat wajah permaisurinya yang sedikit pun tiada menunjukkan kesedihan. Raja mengalihkan pandangannya kepada putranya. Raja yakin, putra mahkota yang masih kecil itu tidak mengerti sama sekali apa yang sedang terjadi di hadapannya. Kemudian raja mengarahkan pandangannya ke atas..., menerawang jauh..menembus langit dan angkasa...
Tiba-tiba, raja merasakan sentuhan tangan yang lembut dan menyalurkan rasa sejuk membahagiakan ke dalam dirinya. Sentuhan tangan permaisuri yang kembali menyadarkan dari keterpanaannya.
“Tuanku Mahārāja yang hamba sembah..., masalah atau cobaan hidup, jikalau kita terjemahkan akan memerlukan belasan bahkan puluhan kamus menyesatkan, dan juga sangat menyakitkan. Janganlah tenggelamkan diri di dalam masalah. Lihat masalah, hadapi dan segeralah selesaikan, sebab Tuanku Raja harus mengambil keputusan. Hindari memusatkan pikiran pada masalah secara berlebihan, melainkan pusatkan perhatian pada penyelesaian masalah. Sedangkan bagi hamba..., sebagai seorang istri..., di sinilah dan sekaranglah kesempatan paling indah bagi seorang istri untuk menunjukkan kebersamaan dan kesetiaannya kepada suami....”
Mahārāja Harischandra tidak mempunyai pilihan lain lagi, sebab, ia harus segera melunasi utangnya kepada maharesi pada batas waktu yang telah ditentukan, dan waktu itu telah menghadang di hadapannya. (30)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (005EN)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (004EN)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (EN003)



