Language Fri, 01 May 2026, Malta

SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (31)

Thu, 20 Aug 2020, 06:36:55, 1140 View Administrator, Category : Maharaja Harischandra (ID)

Maharaja Harischandra (ID)

Oleh : Darmayasa

Kembali Mahārāja Harischandra melangkahkan kakinya menuju pasar Banares yang sangat padat dan ramai.

Raja tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia bahkan tidak menyadari gerak langkah kakinya mengajak dirinya kemana? Permaisuri yang berjalan di sebelah raja menunduk sambil memegang tangan putranya, berjalan pelan, juga membisu. Baik Mahārāja maupun permaisuri, tidak menyadari bahwa mereka sudah tidak mendapatkan makanan dalam beberapa hari. Apa yang mereka dapatkan seharian hanya cukup memberikan makan putranya.

Begitu sampai di tengah-tengah pasar, Mahārāja segera berdiri di tempat agak tinggi, lalu berteriak lantang, memanggil-manggil orang supaya mendekat ke arahnya. Begitu orang-orang mulai mendekat dan ramai mengelilinginya, Raja Harischandra berteriak lantang, “Bho bho Nāgarikā..., Wahai para pengunjung semua..., sarve śṛṇudhva vacana mama, anda semua dengarkanlah kata-kataku ini. Jika diantara anda semua ada yang memerlukan pembantu rumah tangga, aku adalah seorang suami yang berhati sekeras batu dan yang sudah kehilangan seluruh sifat-sifat manusiaku, nṛśaṅso’ham amānuṣam, dan aku bermaksud menjual istri tercinta...”, Raja Harischandra memalingkan wajahnya ke belakang karena tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Akan tetapi, ia masih mampu menahan agar air matanya tidak keluar. Setelah beberapa lama, Raja Harischandra berteriak lagi, “Aku adalah raksasa, atau bahkan lebih buruk dari raksasa, aku adalah orang paling berdosa, pāpataro’pi vā, karena, dengan menjual orang yang paling aku kasihi dan cintai, mengapa aku masih hidup, dan mengapa nafas hidup ku pun tidak mau meninggalkan badanku?” Maharaja mengusap dahinya yang mulai berkeringat, tetapi ia masih berteriak lantang menantang pembeli, “Sebelum matahari terbenam dan semaih nafas berada di dalam badanku, jika ada yang berminat membeli istriku untuk dijadikan pembantu rumah tangga, silakan datang, majulah ke depan....”

Melihat keadaan menyedihkan yang dialami oleh Raja Harischandra, orang-orang yang berada di dalam kerumunan itu pun tidak tahan melihatnya. Ada yang meneteskan air mata, ada yang langsung pergi dari sana karena tidak tahan melihat keadaan itu. Ada yang berbisik kepada orang yang berdiri di sebelahnya, “Pastilah orang ini mengalami musibah sangat besar sehingga ia harus menjual istrinya.....” (31)





Comments