SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (33)
Thu, 20 Aug 2020, 06:38:43, 1157 View Administrator, Category : Maharaja Harischandra (ID)
Maharaja Harischandra (ID)
Oleh : Darmayasa
Demikian halnya dengan apa yang sedang dihadapi oleh Mahārāja Harischandra..., bah kemuliaan pasti datang pada mereka yang menjaga keyakinan kuat pada karunia Hyang Maha Kuasa. Tiada berapa lama kemudian, Raja Harischandra melihat seorang brāhmaṇa tua datang maju ke depan sambil dengan susah menguak kerumunan yang begitu padat. Sampai di barisan paling depan dari kerumunan orang yang semakin lama semakin mendesak ke aras Raja Harischandra, brāhmaṇa tua itu berkata (atha vṛddho dvijaḥ kaścid āgatyāha narādhipam), “Wahai lelaki berbadan kekar dan berhati sekeras besi baja... Aku sudah tua dan punya harta banyak, sedangkan istrinya tangannya sangat lembut nan halus (asti me vittamastoka sukumārī ca me priyā). Aku tidak ingin kelembutan tangan istriku menjadi rusak. Selain itu, aku dan istriku sudah tidak kuat melakukan pekerjaan sehari-hari. Kami memerlukan seorang pembantu. Berikanlah dia kepadaku untuk menjadi pembantu di rumahku (gṛha-karma na saknomi kartum asmāt prayaccha me).”
Brāhmaṇa tua memandangi raja Harischandra dan istrinya silih berganti. Brāhmaṇa tua pasti tidak percaya di dalam hatinya bahwa ada orang yang sampai hati menjual istrinya untuk dijadikan pembantu rumah tangga. Setelah merenung beberapa saat, ia bertanya, “Berapa kau hargai istrimu?”
“Tuan Brāhmaṇa..., hamba yakin anda bukanlah brāhmaṇa sembarangan. Anda memiliki kebijaksanaan sangat tinggi. Tuan brāhmaṇa-lah yang tahu dengan baik, berapakah harga istri hamba...”, kata Mahārāja Harischandra sambil memandang wajah brāhmaṇa menunggu keputusan harga.
Brāhmaṇa tua tersenyum ke arah raja Harischandra, lalu berpaling ke arah permaisuri. Setelah beberapa lama memandangi permaisuri, brāhmaṇa tua berkata, “Wahai lelaki berbadan kekar..., kau sangat beruntung. Istrimu adalah seorang wanita yang sangat utama. Memiliki badan yang sehat dengan ciri-ciri keutamaan wanita maha utama. Ia berpegang teguh pada prinsip-prinsip kesucian dan melaksanakan kewajiban dengan baik. Seorang wanita sangat utama seperti dia ini tidak dapat dihargakan. Seluruh bumi ini pun tidak akan setimpal jika diperbandingkan dengan seorang wanita “anupamā”, seorang wanita yang sangat mulia seperti istrimu ini...” (33)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (005EN)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (004EN)
SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (EN003)



