Language Fri, 01 May 2026, Malta

SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (37)

Thu, 20 Aug 2020, 06:42:00, 1105 View Administrator, Category : Maharaja Harischandra (ID)

Maharaja Harischandra (ID)

Oleh : Darmayasa

Mahārāja Harischandra selanjutnya menyerahkan semua uang keping emas yang diberikan oleh Brāhmaṇa tua tadi kepada Brahmacari Nakṣatraka, murid dari Maharesi Viśvāmitra. Brahmacari Nakṣatraka mendapat tugas dari Maharesi Vishwamitra untuk selalu mengawasi gerak-gerik Raja Harischandra, dan jika Raja sudah mempunyai uang, Nakṣatraka ditugaskan untuk mengambil uang dari Mahārāja Harischandra.

Akan tetapi, apa yang terjadi? Ternyata..., Mahārāja Harischandra belum boleh bernafas lega. Raja Harischandra diingatkan bahwa ia harus juga menghaturkan “Dakṣiṇā”, persembahan uang kepada orang suci, kepada Mahāresi Viśvāmitra. Dan untuk itu, waktu pun Raja Harischandra tidak punya untuk mengusahakan uang dengan lebih leluasa lagi. Akhirnya Mahārāja Harischandra mengambil keputusan nekat, hanya satu-satunya jalan keluar yang masih tersisa baginya, yaitu menjual dirinya sendiri (svavikraya viniskṛtya).

Mahārāja Harischandra berjalan mengelilingi kota Banares, kota suci Varanasi yang padat penduduk, “Provācoccair adho-mukha”, sambil berteriak keras dan lantang, namun dengan wajah tertunduk, “Aku ... Raja Harischandra..., keturunan Dinasti Ikṣvaku.... Aku menjual diriku.... dan aku bisa melakukan segala jenis pekerjaan....”

Raja berjalan terus.... menjajakan diri...., berteriak terus ... berjalan terus.. sampai sore. Tidak ada satu pun pembeli yang mengajukan penawaran. Namun, Raja Harischandra tidak berputus asa. Ia adalah seorang raja yang mempunyai keyakinan, dan keyakinannya adalah kebenaran dan kenyataan. Pada akhirnya...., “cāṇḍāla rūpa-dhṛk”, datanglah seorang laki-laki Cāṇḍāla berbadan tegap kehitaman, dengan kumis melintang lebar. Badannya berbau agak aneh dan tidak sedap, seperti bau bekas minuman keras bercampur dengan air liur yang keluar dari mulutnya ketika ia sedang berbicara. (37)





Comments