Language Fri, 01 May 2026, Malta

SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (47)

Tue, 08 Sep 2020, 19:10:03, 1266 View Administrator, Category : Maharaja Harischandra (ID)

Maharaja Harischandra (ID)

Oleh : Darmayasa

Begitu mata pedang Raja Harischandra menyentuh leher bagian belakang permaisuri Śaibya, tiba-tiba pedang itu terlepas dari tangan Raja Harischandra. Ajaib, pedang itu menghilang lenyap di dalam kegelapan malam. Pedang yang sedianya menjadi pencabut nyawa permaisuri itu secara tiba-tiba menghilang lenyap lalu berubah menjadi Puṣpa-mālā, seuntaian kalungan bunga yang indah menawandan harum semerbak. Raja Harischandra menjadi kaget, keheranan, dan tidak percaya sama sekali terhadap apa yang dilihatnya. Sang Raja meragukan apa yang sedang terjadi di hadapannya. Ia mencoba mengusap-usap matanya berulang kali untuk memastikan bahwa apa yang sedang dilihatnya itu bukanlah sebuah mimpi melainkan kenyataan yang nyata dan benar-benar terjadi di hadapannya.

Permaisuri Śaibya pun menjadi kaget luar biasa. Tangan dan kakinya sudah tidak terborgol rantai besi lagi. Ia perlahan berdiri tegak, menyentuh dan mengusap-usap Puṣpa-mālā yang melingkari lehernya. Ia menoleh ke arah suaminya, lagi ke arah kalungan bunga di lehernya. Lagi dan lagi ia memandangi suaminya dengan rasa haru, kagum, syukur astungkara.... dan kembali lagi memegangi kalungan bunga....Permaisuri melihat wajah suaminya yang mulai cerah..... seakan-akan tidak pernah mengalami kedukaan apa pun.... Senyum di bibirnya mulai nampak, dan.... perlahan kaki permaisuri melangkah maju..., lalu...., “Suamiiiiiii......”, teriaknya langsung memeluk suaminya erat-erat. Ia tidak mau kehilangan suaminya lagi. Ia memeluk erat sekuat tenaga yang ia miliki, seakan-akan sudah puluhan tahun tidak pernah berjumpa serta tidak ingin kehilangan suaminya lagi.

Maharaja Harischandra pun tidak mampu menahan rasa rindu, syukur, senang, bahagia, riang dan segala jenis perasaan bercampur aduk di dalam hatinya. Air matanya mengalir keluar terus dengan begitu derasnya... walau tadinya sudah kering sama sekali. Demikian pula Mahārāṇῑ Śaibya... memeluk dan menangis.... memeluk erat suaminya sambil menangis sesenggukan... (47)





Comments