Language Fri, 01 May 2026, Malta

SATYAVADi MAHARAJA HARISCHANDRA (51)

Mon, 14 Sep 2020, 15:31:01, 1270 View Administrator, Category : Maharaja Harischandra (ID)

Maharaja Harischandra (ID)

Oleh : Darmayasa

Ketika Mahārāja Harischandra tersadarkan oleh kata-kata dari Maharesi Viśvāmitra, “Anakku…, lihatlah …”, tiba-tiba ia menjadi kaget bercampur pesona indah membahagiakan. Dalam kegelapan malam maha pekat tersebut, Raja Harischandra melihat seluruh tempat pembakaran mayat Smashana menjadi terang benderang oleh sinar cemerlang yang entah dari mana datangnya. Seluruh arah terang mengagumkan, bau harum semerbak tersebar kemana-mana diikuti hujan bunga warna-warni teramat harum. Semua tumbuhan yang kering layu berubah menjadi tumbuh subur menghijau. Sangat indah mengagumkan.... dan Raja Harischandra diam-diam mengingat doanya yang tidak pernah gagal...

Sehubungan dengan doa-prārthanā atau doa pujian; ada orang yang tidak pernah mendoakan kebaikan bagi yang lain, ada orang yang selalu berusaha menggagalkan doa orang lain, ada yang tidak suka melihat orang lain berdoa, dan lain-lain. Selain itu, terdapat pula dua jenis manusia di atas muka bumi ini, yaitu mereka yang tidak pernah menggagalkan doa orang lain, dan satu lagi adalah mereka yang tidak pernah berdoa memohon bantuan demi yang lain (na jātau na janiṣyete dvāvimau puruṣau bhuvi arthito yaḥ karoty eva yaś ca nārthito param). Doa yang hanya memohonkan kebaikan untuk diri sendiri biasanya tidak dimasukkan ke dalam katagori doa. Dalam tradisi Veda, doa yang “pūrṇa” adalah doa prārthanā, yaitu doa yang diisi dengan permohonan akan kebaikan orang lain dan makhluk lainnya. Sedangkan doa yang “sampūrṇa” adalah doa prārthanā yang disampaikan juga demi kebaikan orang-orang yang memusuhi dirinya, dan akhirnya doa yang “paripūrṇa” adalah doa prārthanā yang menempatkan kepentingan terdepan untuk didoakan bagi orang-orang yang membenci dirinya dan menempatkan dirinya sendiri paling akhir untuk dimasukkan ke dalam daftar doa yang dilakukan.

Kali ini, doa Mahārāja Harischandra terkabulkan, bahwa semua rakyatnya, para kenalannya, dan bahkan orang-orang yang membenci, memfitnah, menjatuhkannya, memusuhinya, - semua mendapatkan karunia tidak terhingga, pada hari itu...malam itu .. di Setra atau Smashana tempat pembakaran mayat itu.... Mahārāja Harischandra menjadi terkagum-kagum dalam kebahagiaan tiada terkira karena Mahārāja melihat pemandangan spiritual teramat mengagumkan, yang ia yakin semua itu bukan mimpi. Apa yang sedang dilihat oleh Mahārāja Harischandra di depan matanya itubukanlah mimpi melainkan nyata senyatanya kenyataan. Raja Harischandra melihat..., melihat yang tidak terlihat melalui mata manusia biasa. Akan tetapi, Maharaja Harischandra ternyata dapat melihat dengan matanya yang terbuka lebar-lebar. Ia melihat.... (51)





Comments