Language Fri, 01 May 2026, Malta

SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (52 & 53)

Fri, 18 Sep 2020, 07:32:09, 1175 View Administrator, Category : Maharaja Harischandra (ID)

Maharaja Harischandra (ID)

Oleh : Darmayasa

Mahārāja Harischandra melihat sinar terang benderang memenuhi seluruh tempat pembakaran mayat Smashana... divya-prakāśaḥ.... sinar cemerlang spiritual menyilaukan. Tiba-tiba terdengar suara dari langit: “Hidup Satyavādῑ Mahārāja Harischandra.... Hidup Satyavādῑ Mahārāja Harischandra.... mulialah Anda..., mulialah persembahan derma anda..., mulialah daya tahan kesabaran Anda..., mulialah keperkasaan Anda... Wahai Mahārāja Harischandra..., Anda merupakan contoh dan teladan bagi mereka yang memiliki rasa kasih sayang dan pengampun, daya tahan dan kesabaran yang mengagumkan, dan keperkasaan seorang satria sejati yang luar biasa... mulialah Anda... Mulialah Anda wahai Mahārāja Harischandra.... “aho dānam aho dhairyam aho vῑryam akhaṇḍitam udāra-dhῑra-vῑrāṇāṁ hariścandro nidarśanam...”

Bersamaan dengan sabda dari langit tersebut berhamburanlah jatuh bunga-bunga harum semerbak dari langit. Tiba-tiba… (52)

 

SATYAVADI MAHARAJA HARISCHANDRA (53)

Dan..., tiba-tiba “anādi nidhana-brahma kṛṣṇa-pitāmbara śubham…” - muncullah di hadapan Mahārāja Harischandra Penguasa alam semesta Hyang Nārāyaṇa, Brahmā, Mahādeva Śiva-Pārvatῑ, Indra, Dewa Dharma, Catur Loka Pāla, para Siddha, Gāndharva dan lain-lain makhluk surgawi. Melihat pemandangan nan agung menakjubkan tersebut, Mahārāja Harischandra dan permaisuri menjadi kaget bercampur rasa bhakti penuh haru. Mereka berdua mencakupkan tangan di depan dada, menundukkan kepala, dalam banjir air mata menghaturkan sembah sujud bhaktinya kepada semuanya. “Dharma pramukhataḥ…, bho bho śṛṇu rājan prabho…”, selanjutnya Dewa Dharma maju ke depan, lalu berkata kepada Raja Harischandra, “Anakku Mahārāja Harischandra..., ujianmu sudah berakhir... Aku sangat kagum oleh kesabaran, kekuatan, kejujuran dan keteguhanmu dalam mempertahankan Satya-wacana, menjaga dengan baik serta sangat setiaa terhadap segala kata dan kalimat yang keluar dari bibirmu. Lihatlah.... demi memberikan karunia langsung kepadamu, Hyang Nārāyaṇa hadir, Mahādeva, Brahmā, Indra dan lain-lain semua hadir siap memberikan karunia kepadamu. Ada pula Maharesi Viśvāmitra hadir di hadapanmu...”

Mahārāja Harischandra kembali mencakupkan tangan di depan dada, menundukkan kepala menghaturkan sembah sujud bhakti kepada semuanya, tidak lupa pula kepada Maharesi Viśvāmitra.

Maharesi Viśvāmitra berkata, “Wahai Mahārāja Harischandra...., aku meminta maaf sudah memberikan kedukaan terlalu berat kepadamu. Aku sangat kagum akan kesetiaanmu pada jalan kejujuran dan kebenaran. Namamu akan menempati urutan terdepan di dalam kejujuran dan kebenaran. Nama dan kemuliaanmu akan menjadi langgeng dikenang dan memberikan inpirasi selamanya. Aku sudah mengujimu begitu berat. Semua yang engkau alami hanyalah sulapan Māyā (khayalan). Pendeta brāhmaṇa suami istri, ular, Cāṇḍāla Penjaga Pembakaran Mayat Smashana dan lain-lain semua itu hanyalah permainan Māyā. Tuhan sangat menyayangi dirimu. Engkau menempatkan kejujuran dan kebenaran di dalam dirimu berarti engkau menempatkan Tuhan bersamamu selamanya.”

Raja Harischandra bersimpuh penuh bhakti merasa segala kemuliaan datang kepada dirinya dalam sekejap tanpa terkatakan. “Hariścandra mahābhāga prāpta śakrosmite’ntikam” - Melihat Raja Harischandra bersimpuh tunduk ngastungkara bersyukur, Dewa Indra menaburkan bunga surgawi nan agung (varṣa-puṣpa) yang menghapuskan bahaya kematian tidak wajar (apa-mṛtyu vināśanam). Seluruh para dewa yang hadir pun ikut menaburkan bunga-bunga surgawi. Setelah beberapa waktu, Dewa Indra berkata, “Harischandra yang penuh kemuliaan..., aku Indra. Aku sangat berpuas hati atas kejujuran dan kebenaran yang engkau pertahankan dengan penuh keteguhan hati. Aku menghadiahkan tempat penuh kedamaian dan kemuliaan maha tinggi kepadamu, istri dan juga kepada putramu di alam Surga. Ikutilah aku pergi ke Surga Loka...”

Akan tetapi.... (53)





Comments